Bruntusan di dahi itu seperti tamu yang tak diundang—tampil tanpa pemberitahuan dan tahan lama. Saya pernah menghabiskan berbulan-bulan hanya untuk memahami kenapa area ini jadi target favorit, dan mengapa glycolic acid akhirnya jadi kawan setia yang (hampir) selalu bisa diandalkan. Tapi ada caranya, dan pendekatan “pelan tapi konsisten” adalah kuncinya.

Kenapa Dahi Jadi “Sarang” Bruntusan?

Area dahi punya karakteristik unik. Kelenjar minyak di sini cenderung produktif, terutama jika Anda punya tipe kulit kombinasi atau berminyak. Ditambah lagi, faktor eksternal seperti hair products (pomade, serum rambut), keringat, atau bahkan model poni bisa memperparah penyumbatan pori-pori.

Bruntusan sendiri bukan diagnosis medis—istilah ini biasanya merujuk pada closed comedones, milia, atau kadang bahkan fungal acne. Poin penting: penyebabnya bermacam-macam, dan tidak semua bruntusan merespon sama terhadap glycolic acid.

Glycolic Acid 101: Apa yang Dilakukannya?

Glycolic acid adalah alpha hydroxy acid (AHA) dengan molekul terkecil, sehingga penetrasi ke lapisan kulit lebih efektif. Kerjanya sederhana tapi powerful: melarutkan desmosomes (semacam “lem” antar sel kulit mati) sehingga sel-sel tua terangkat, pori-pori tersumbat terbuka, dan cell turnover meningkat.

Hasilnya? Kulit terasa lebih halus, tekstur merata, dan seiring waktu—kalau cocok—bruntusan berangsur-angsur menipis.

Konsentrasi Awal yang Aman

Untuk pemula, mulailah dengan konsentrasi 5-7%. Ini cukup efektif tanpa terlalu agresif. Produk dengan 10% bisa jadi pilihan setelah kulit terbiasa, tapi jangan pernah start di atas 10% tanpa pengawasan profesional.

Baca:  Review Salicylic Acid (Bha) Untuk Jerawat Batu: Ampuh Atau Malah Bikin Kering?

Review Penggunaan: Ekspektasi vs Realita

Saya sendiri memulai dengan toner glycolic acid 7% yang digunakan three times a week pada malam hari. Minggu pertama, tidak ada perubahan signifikan—dan itu normal. Minggu kedua hingga ketiga, beberapa bruntusan justru tampak lebih menonjol. Fase ini sering disalahartikan sebagai “gagal”, padahal itu bisa jadi purging phase.

Purging terjadi karena glycolic acid mempercepat siklus sel, “mendorong” komedo yang tertanam ke permukaan. Bedakan dengan breakout biasa: purging umumnya muncul di area yang memang sudah berpotensi bruntusan, tidak di area baru, dan biasanya mereda dalam 4-6 minggu.

Setelah 8 minggu konsisten, tekstur dahi saya lebih halus sekitar 60-70%. Bruntusan kecil banyak yang hilang, tapi yang lebih dalam butuh waktu lebih lama. Patience is not optional here—it’s mandatory.

Cara Pakai yang Aman: Step-by-Step

Tidak ada jalan pintas. Rutinitas yang aman membutuhkan disiplin. Ikuti urutan ini:

  1. Cleanse: Cuci muka dengan pembersih lembut, pH-balanced. Pastikan kulit benar-benar kering sebelum apply glycolic acid.
  2. Apply Glycolic Acid: Tuang ke kapas atau tap dengan jari (hindari area mata). Mulai dengan 2-3 kali seminggu.
  3. Wait Time: Biarkan 10-15 menit agar bekerja optimal sebelum lanjut ke produk lain.
  4. Moisturize: Gunakan pelembap yang mengandung ceramide, niacinamide, atau panthenol untuk mendukung skin barrier.
  5. Sunscreen (Pagi): JANGAN PERNAH SKIP. Gunakan SPF 30 minimal. Kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar UV.

Timeline Ekspektasi Realistis

MingguApa yang Mungkin TerjadiCatatan Penting
1-2Tidak ada perubahan atau sedikit stingingAdaptasi awal, fokus pada toleransi
3-4Purging mungkin munculJangan panik, periksa apakah benar purging
6-8Tekstur mulai halus, bruntusan menipisHasil mulai kelihatan, tingkatkan frekuensi jika perlu
12+Perbaikan signifikan (jika cocok)Evaluasi, mungkin butuh kombinasi bahan lain
Baca:  Review Azelaic Acid Untuk Rosacea Dan Bekas Jerawat Merah (Pie): Worth It?

Peringatan Penting: Kapan Harus Berhenti

Glycolic acid bukan untuk semua orang. Berhenti segera jika Anda mengalami:

  • Kemerahan persisten yang tidak mereda dalam 30 menit
  • Peeling atau flaking berlebihan
  • Sensasi terbakar yang intens
  • Bruntusan baru muncul di area yang sebelumnya normal (bukan purging)

Warning: Jangan kombinasikan glycolic acid dengan retinoid atau exfoliant lain (salicylic acid, lactic acid) dalam rutinitas yang sama di awal-awal. Ini bukan “lebih banyak, lebih baik”. Ini soal strategi, bukan agresivitas.

Kondisi Kulit yang Perlu Waspada

Jika Anda punya rosacea, kulit sangat sensitif, atau barrier function yang terganggu, diskusikan dulu dengan dermatologist. Alternatif seperti PHA atau low-percentage mandelic acid mungkin lebih aman.

Tips Tambahan untuk Area Dahi

Area dahi punya tantangan spesifik. Ini yang sering terlewat:

  • Cek Hair Products: Pomade, wax, atau serum rambut yang mengandung minyak bisa migrasi ke dahi. Coba ganti ke produk berlabel “non-comedogenic” atau bersihkan dahi setelah styling rambut.
  • Poni = Kelembapan Berlebih: Poni menahan keringat dan minyak. Kalau bisa, jepit saat di rumah atau setelah berkeringat.
  • Double Cleansing: Jika Anda pakai sunscreen atau makeup, double cleansing di malam hari sangat membantu mencegah akumulasi residu.

Kesimpulan: Perlahan dan Pasti

Glycolic acid bisa jadi solusi efektif untuk bruntusan di dahi—tapi bukan obat ajaib semalam. Hasilnya datang dari konsistensi, penggunaan yang bijak, dan kesabaran. Saya sendiri butuh hampir tiga bulan untuk melihat perbaikan yang memuaskan, dan bahkan sekarang masih ada bruntusan sesekali, tapi jauh lebih terkontrol.

Ingat, setiap kulit unik. Apa yang berhasil untuk saya belum tentu sama untuk Anda. Kalau setelah 12 minggu tidak ada perbaikan, atau kondisi justru memburuk, jangan ragu konsultasi ke profesional. Mungkin bruntusan Anda memerlukan pendekatan yang berbeda—seperti salicylic acid untuk pori tersumbat lebih dalam, atau bahkan evaluasi apakah itu fungal acne.

Pendekatan yang pelan tapi konsisten selalu lebih baik daripada agresif tapi berisiko. Jaga skin barrier, pahami sinyal kulit Anda, dan sunblock adalah sahabat sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Skincare Routine Aman Untuk Fungal Acne: Daftar Bahan Aktif Yang Harus Dihindari

Fungal acne sering jadi mimpi buruk yang sulit dibedakan dari jerawat biasa.…

Review Azelaic Acid Untuk Rosacea Dan Bekas Jerawat Merah (Pie): Worth It?

Redness yang tak kunjung hilang bisa jadi sangat frustasi. Baik itu kemerahan…

Cara Menggunakan Benzoyl Peroxide Agar Tidak Membuat Kulit Mengelupas

Kulit mengelupas setelah pakai benzoyl peroxide memang jadi pengalaman umum yang bikin…

Rekomendasi Sunscreen Non-Comedogenic Untuk Kulit Berjerawat & Berminyak

Mencari sunscreen yang tepat untuk kulit berjerawat dan berminyak terkadang bikin pusing…