Redness yang tak kunjung hilang bisa jadi sangat frustasi. Baik itu kemerahan dari rosacea yang datang pergi, atau bekas jerawat merah (PIE) yang bertahan berminggu-minggu, kita semua pernah merasa ingin menutupinya saja dan berharap masalahnya selesai. Tapi tenang, ada satu bahan yang cukup ramah tapi efektif untuk dua masalah sekaligus: azelaic acid.
Saya sendiri pernah menghabiskan berbulan-bulan mencari solusi untuk area pipi yang merah permanen. Setelah mencoba berbagai pendekatan, azelaic acid akhirnya menjadi andalan yang konsisten ada di rutinitas pagi dan malam saya. Mari kita bahas kenapa bahan ini worth the hype—atau justru tidak untuk kasusmu.

Azelaic Acid: Siapa Dia dan Kenapa Relevan?
Azelaic acid adalah bahan aktif yang berasal dari gandum, barley, atau rye. Di kulit, ia bekerja sebagai anti-inflamasi, anti-bakteri, dan brightening agent—tiga mekanisme yang sangat relevan untuk redness.
Yang membuatnya spesial adalah profil keamanannya yang sangat baik. Bahan ini termasuk pregnancy-safe, bisa dipakai oleh yang memiliki kulit sensitif, dan memiliki efek samping yang minimal dibandingkan retinoid atau bahan eksfoliasi lainnya.
Konsentrasi yang umum tersedia di over-the-counter adalah 10%, sementara versi resep dokter berada di kisaran 15-20%. Untuk kasus rosacea dan PIE, konsentrasi 10% sudah cukup memberikan perbaikan signifikan jika digunakan konsisten.
Mekanisme Kerja: Kenapa Bisa untuk Rosacea dan PIE?
Meski keduanya menampakkan warna merah, rosacea dan PIE memiliki penyebab yang berbeda. Azelaic acid unik karena bisa menangani kedua masalah melalui jalur yang berbeda.
Untuk Rosacea: Menenangkan Api di Dalam
Rosacea adalah kondisi inflamasi kronis. Azelaic acid bekerja dengan menghambat faktor inflamasi seperti reactive oxygen species dan kallikrein-5—enzim yang berperan dalam pembuluh darah yang membesar.
Studi menunjukkan bahwa 15% azelaic acid gel mengurangi papula dan pustula pada rosacea sebesar 58% dalam 12 minggu. Efeknya bukan instan, tapi stabil dan sustain tanpa risiko rebound.
Untuk PIE: Menghentikan Sinyal Merah
PIE terjadi akibat pembuluh darah yang masih aktif di area bekas jerawat. Azelaic acid membantu dengan cara anti-inflamasi dan menghambat tyrosinase—enzim yang memproduksi melanin.
Walaupun PIE lebih bersifat vaskular (pembuluh darah) daripada pigmentasi, mengurangi inflamasi lokal bisa mempercepat proses healing. Pengalaman pribadi saya, bintik merah di dagu yang biasanya bertahan 2 bulan bisa turun menjadi 3-4 minggu dengan azelaic acid 10%.
Pengalaman Praktis: Timeline dan Ekspektasi Realistis
Mari kita realistis. Azelaic acid bukan obat ajaib yang menghilangkan redness dalam seminggu. Tapi konsistensi akan terbayar.
Pada minggu pertama hingga kedua, kamu mungkin merasa sedikit tingly atau minimal improvement. Ini normal. Efek anti-inflamasi mulai terasa di minggu ke-3 hingga ke-6, di mana redness terasa lebih “tenang” dan tidak mudah memerah.
Untuk PIE, perbaikan visual mulai terlihat di sekitar minggu ke-8 hingga ke-12. Untuk rosacea, butuh waktu lebih lama—bisa 3-6 bulan untuk melihat stabilisasi yang signifikan.
Catatan Penting: Azelaic acid bekerja optimal pada kulit yang terhidrasi dengan baik. Jangan gunakan pada kulit yang compromised atau sedang purging hebat dari retinoid. Beri jeda 2-3 hari jika kulit terasa iritasi.

Produk yang Worth It: Rekomendasi Berdasarkan Formulasi
Tidak semua produk azelaic acid dibuat sama. Konsentrasi, vehicle, dan supporting ingredients menentukan pengalaman pakai. Berikut perbandingan produk yang pernah saya coba dan analisis formulanya:
| Produk | Konsentrasi | Texture | Cocok Untuk | Kekurangan |
|---|---|---|---|---|
| The Ordinary Azelaic Acid 10% | 10% | Silicone-based suspension | Kulit berminyak, pemula | Bisa pill kalau layering berlebihan |
| Paula’s Choice 10% Azelaic Acid Booster | 10% | Light lotion | Semua jenis kulit, layering friendly | Harga lebih premium |
| Skinoren Cream (Rx) | 15-20% | Krim pekat | Rosacea moderat-berat | Butuh resep, texture berat |
| Finacea Gel (Rx) | 15% | Gel ringan | Kulit kombinasi-acne prone | Butuh resep, bisa kering |
Untuk pemula, saya sangat menyarankan Paula’s Choice karena formulasi yang paling elegan dan minim iritasi. Kalau budget terbatas, The Ordinary tetap efektif asal teknik aplikasinya benar.
Cara Pakai yang Aman dan Efektif
Urutan aplikasi menentukan efikasi azelaic acid. Saya sarankan pendekatan low and slow—apalagi untuk kulit sensitif.
- Tahap 1 (Minggu 1-2): Gunakan 2-3 kali seminggu, di malam hari, setelah moisturizer. Teknik buffering ini mengurangi risiko iritasi.
- Tahap 2 (Minggu 3-6): Tingkatkan menjadi setiap malam, setelah hydrating toner tapi sebelum moisturizer.
- Tahap 3 (Minggu 7+): Bisa diaplikasikan 2x sehari (pagi dan malam) jika kulit sudah toleran. Di pagi hari, selalu diikuti sunscreen SPF 30+.
Amount yang tepat adalah sebesar kacang lentil untuk seluruh wajah. Jangan gunakan terlalu banyak—tidak akan mempercepat hasil, justru meningkatkan risiko iritasi.
Layering dengan Bahan Lain: Apa Bisa Bersamaan?
Pertanyaan paling sering: bisa dipakai bareng retinoid? Vitamin C? AHA/BHA?
Jawabannya: depends on your skin barrier. Azelaic acid cukup ramah tapi tetap aktif. Saya tidak menyarankan mengombinasikannya dengan exfoliating acid di sesi yang sama—bisa overload.
Kombinasi yang aman dan sinergis:
– Vitamin C (pagi) + Azelaic Acid (malam): Untuk brightening dan antioksidan
– Azelaic Acid + Niacinamide: Duet anti-inflamasi yang powerful
– Retinoid (malam) + Azelaic Acid (pagi): Untuk acne dan anti-aging, dengan sunscreen wajib
Jika ingin pakai bersamaan di malam hari, gunakan azelaic acid dulu, tunggu 20 menit, baru aplikasikan retinoid. Atau gunakan azelaic acid di pagi hari saja untuk memisahkan.
Perbandingan dengan Alternatif Lain
Mungkin kamu bertanya: kenapa tidak pakai niacinamide saja? Atau centella?
Niacinamide bagus untuk redness tapi mekanismenya berbeda—ia memperkuat barrier. Azelaic acid lebih langsung menarget jalur inflamasi. Keduanya bisa saling melengkapi, bukan menggantikan.
Centella (cica) lebih ke arah soothing sementara, calming efeknya instan tapi tidak mengobati underlying cause. Azelaic acid memberikan perbaikan jangka panjang.
Untuk PIE spesifik, alternatif lain adalah silicone gel atau professional treatment seperti VBeam laser. Tapi azelaic acid tetap menjadi pilihan paling cost-effective dan low-risk.
Side Effects dan Kapan Harus Stop
Iritasi dari azelaic acid jarang tapi bisa terjadi, terutama pada kulit ultra-sensitif. Gejala yang wajar: sedikit tingly (5-10 detik), kemerahan sesaat yang hilang dalam 30 menit.
Stop penggunaan jika:
– Kulit terasa panas dan terbakar terus menerus
– Muncul kemerahan yang semakin parah
– Terjadi peeling berlebihan
Azelaic acid juga aman digunakan selama hamil dan menyusui, tapi tetap konsultasikan ke dokter spesialis kulitmu—terutama jika menggunakan versi resep.
Final Verdict: Worth It atau Skip?
Setelah menggunakan azelaic acid secara konsisten selama 14 bulan, saya bisa bilang: ini adalah holy grail untuk redness. Tapi dengan catatan: kamu harus punya ekspektasi realistis dan kesabaran.
Worth it jika:
– Kamu punya redness persisten dari bekas jerawat (PIE)
– Kamu didiagnosis rosacea tipe 1 atau 2
– Kamu mencari bahan yang aman untuk kulit sensitif dan long-term use
Skip jika:
– Kamu mencari hasil instan (dalam 1-2 minggu)
– Rednessmu disebabkan oleh barrier damage akut—fokus repair dulu
– Kamu tidak suka texture dari formulasi yang tersedia
Kesimpulan: Azelaic acid adalah investasi jangka panjang yang worth every penny untuk redness. Tapi dia bukan solo player—hasil optimal datang dari rutinitas holistik: gentle cleanser, hydrating toner, barrier-supporting moisturizer, dan sunscreen yang tepat. Jika setelah 3 bulan tidak ada perbaikan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter kulit. Kadang redness memerlukan pendekatan kombinasi topikal dan oral.




